URBANCITY.CO.ID – Kebijakan tarif dagang Presiden AS Donald Trump menuai kecaman global. Sejumlah negara, termasuk sekutu terdekat AS, mengecam keras kebijakan ini dan mengancam tindakan balasan.
China, sebagai mitra dagang terbesar AS, menuntut Washington membatalkan tarif tersebut dan berjanji melindungi kepentingannya. “Kami tidak akan tinggal diam jika kepentingan kami dirugikan,” tegas pemerintah China.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga mengkritik kebijakan ini. “Ini bukan tindakan seorang teman,” ujarnya, menyesalkan keputusan AS yang merugikan mitranya.
Baca juga: Donald Trump Tetapkan Kebijakan Tarif Impor 32 Persen Untuk Indonesia
Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Selandia Baru turut mengecam langkah Trump. Menteri Perdagangan Jepang Yoji Muto menegaskan Jepang akan bertindak cepat dan tegas dalam menghadapi kebijakan ini.
Trump mengumumkan tarif 10% untuk semua impor dan bea tambahan bagi puluhan negara. Jepang dikenai tarif 24%, Korea Selatan 25%, Taiwan 32%, dan Uni Eropa 20%. Inggris, Australia, Selandia Baru, dan sebagian besar Amerika Selatan mendapat tarif minimal 10%.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan, “Konsekuensi akan mengerikan bagi jutaan orang di seluruh dunia,” sembari menegaskan Uni Eropa telah menyiapkan paket tindakan balasan.
Baca juga : Ancaman Stagflasi Global Bisa Seret Perekonomian Indonesia ke Jurang Ketidakpastian
Meski demikian, Trump mengecualikan Kanada dan Meksiko dari tarif baru, namun tetap menerapkan tarif hingga 25% untuk sejumlah barang dari kedua negara. PM Kanada Mark Carney menyatakan, “Kami akan melawan tarif ini dengan tindakan balasan.”