Pada 2026, Danantara akan memulai proyek waste-to-energy di tiga daerah, termasuk Bali pada Maret, sebagai langkah konkret menuju ekonomi berkelanjutan.
“Sejak 2025, Kementerian Lingkungan Hidup menggelar berbagai agenda bersih-bersih sampah laut, disertai edukasi kepada masyarakat dan dukungan terhadap produk daur ulang. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi persoalan sampah dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
“Kami berharap langkah ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan,” kata Ni Luh Puspa.
Untuk memastikan keberlanjutan, Kementerian Pariwisata menerapkan manajemen destinasi berbasis risiko, termasuk regulasi jelas, standar operasional, dan pengurangan risiko bencana. Gerakan Wisata Bersih dan kolaborasi dengan Divers Alert Network untuk keselamatan penyelaman menjadi bagian dari upaya ini.
Baca Juga: Indonesia dan UN Tourism Luncurkan Panduan Investasi Pariwisata Pertama di Asia-Pasifik
Peluncuran Wonderful Indonesia Diving Directory juga dimaksudkan untuk mempromosikan penyelaman berbasis konservasi, sementara penguatan sumber daya manusia melalui sertifikasi kompetensi menjadi prioritas.
“Dengan berinvestasi pada kualitas sumber daya manusia, kami membangun kepercayaan wisatawan dan memastikan pertumbuhan pariwisata sejalan dengan kesiapan, profesionalisme, dan standar keselamatan yang tinggi,” kata Wamenpar.
Di akhir sambutannya, Ni Luh Puspa mengapresiasi Bali Ocean Days 2026 sebagai ajang kolaborasi lintas sektor dan negara, yang bukan sekadar diskusi, melainkan seruan aksi untuk menjaga ekosistem laut dan memberdayakan masyarakat pesisir.






