“Seiring dengan meningkatnya adopsi EV di Indonesia, PLN terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pengisian dayanya. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir akan kehabisan daya selama perjalanan,” tutur Adi.
Baca Juga: Posko Nasional ESDM Lebaran 2026 Dibuka: Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG Nasional Aman
Inovasi Layanan: Dari Ultra Fast Charging hingga Unit Mobile
PLN mengklaim rata-rata jarak antar-SPKLU kini hanya terpaut 22 kilometer. Di koridor utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit pengisian daya.
Selain itu, PLN melakukan upgrading teknologi dari Standard Charging menjadi Fast Charging hingga Ultra Fast Charging pada titik-titik dengan trafik tinggi.
Guna mengantisipasi kondisi darurat, 15 unit SPKLU Mobile disiagakan di pintu keluar tol strategis. Operasional ini didukung oleh lebih dari 5.000 personel siaga yang memantau keandalan fasilitas secara real-time.
Digitalisasi Mudik via PLN Mobile
Kemudahan bagi pemudik juga dihadirkan lewat fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile.
Fitur Trip Planner memungkinkan pengguna memetakan rute berdasarkan lokasi pengisian daya, sementara fitur AntreEV menyajikan data antrean secara transparan.
Baca Juga: Program BPBL ESDM-PLN: 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu Dapat Sambungan Listrik Gratis
Bagi pengguna yang membutuhkan bantuan darurat, PLN menyediakan layanan hotline 24 jam melalui WhatsApp di nomor 087-77-1112-123.
“Berbagai kemudahan kami sediakan bagi pelanggan, termasuk apabila ada pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan, cukup melapor melalui aplikasi PLN Mobile,” pungkas Adi. (*)






