URBANCITY.CO.ID – Pakaian lama yang menumpuk di lemari kini tak sekadar menjadi limbah bagi para pegawai PT Patra Drilling Contractor (PDC).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2026 bertajuk “Tangan Kedua: Setiap Jahitan, Ada Harapan,” perusahaan penyedia jasa energi ini mengajak para pekerjanya mengelola limbah tekstil secara bertanggung jawab.
Inisiatif ini mendorong seluruh “Perwira” PDC untuk menyumbangkan pakaian bekas layak pakai maupun yang sudah tak terpakai dari rumah ke kantor. Gerakan kolektif ini dirancang untuk menjawab isu lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan korporasi.
Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menjelaskan bahwa program ini merupakan manifestasi dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan.
Baca Juga: PDC Perkuat Budaya K3, Gelar Pelatihan Safety Leadership demi Keandalan Operasi Migas
Menutunya, Program Tangan Kedua bukan sekadar kegiatan pengumpulan pakaian, melainkan wujud kepedulian kolektif perwira PDC terhadap isu lingkungan dan sosial.
“Kami ingin menghadirkan inovasi dalam budaya berbagi sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah tekstil secara berkelanjutan,” ujar Ani dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Kolaborasi Ekonomi Sirkular
Dalam pelaksanaannya, PDC menggandeng Rumah Pilah Teratai Putih, sebuah komunitas pengolah sampah dan daur ulang di Duren Sawit, Jakarta Timur. Pakaian yang terkumpul akan dipilah dan diproses ulang sesuai prinsip ekonomi sirkular agar memiliki nilai tambah secara ekonomi maupun lingkungan.




