Founder Rumah Pilah Teratai Putih, Chevie “Arnetta Craft,” menyambut positif langkah strategis sektor swasta ini.
“Setiap pakaian yang terkumpul memiliki potensi untuk ‘hidup kembali’, baik melalui pemanfaatan ulang maupun proses daur ulang. Kolaborasi seperti ini sangat berarti karena melibatkan sektor korporasi dalam gerakan pengurangan limbah dari sumbernya,” ungkap Chevie.
Dampak Nyata dari Langkah Kecil
Pada aksi pengumpulan perdana yang digelar 13 Februari 2026 di PDC Tower, sebanyak 154 potong pakaian mulai dari kemeja hingga jaket berhasil dihimpun. Jr. Analyst CSR & Stakeholder PDC, Harun, menekankan bahwa partisipasi aktif karyawan adalah nyawa dari program ini.
Baca Juga: Perdana di PRIA 2026, Patra Drilling Contractor Sabet Penghargaan Media Sosial
“Kami ingin mengajak seluruh perwira PDC untuk menyadari bahwa kontribusi kecil, seperti membawa satu atau dua pakaian bekas, dapat menciptakan dampak besar jika dilakukan bersama. Harapannya, program ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat,” jelas Harun.
Melalui program “Tangan Kedua,” PDC membuktikan bahwa praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) dapat dimulai dari tindakan sederhana di ruang domestik.
Langkah ini diharapkan mampu menginspirasi ekosistem industri energi untuk lebih peka terhadap jejak karbon dan limbah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. (*)






