URBANCITY.CO.ID – Ketahanan pesisir kini menentukan denyut nadi ekonomi modern dan kenyamanan gaya hidup masyarakat perkotaan.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo langsung mengambil langkah taktis melindungi pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) dengan menyalurkan 2.500 bibit mangrove serta 900 unit HexBRIck di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (19/10).
Inisiatif hijau ini memitigasi risiko abrasi, penurunan muka tanah, serta ancaman rob yang kerap mengganggu stabilitas rantai pasok komoditas konsumsi perkotaan.
Langkah strategis tersebut memperkuat kegiatan Demonstration Plotting Perlindungan Kawasan Pesisir Pantai Utara Jawa berbasis Nature-based Solutions (NbS) inisiasi Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).
Baca Juga: Dari Ekosistem ke Ekonomi, BNI Bangun Masa Depan Lewat Hutan Mangrove
Program terpadu ini memadukan restorasi bentang alam dengan rekayasa sipil modern guna mengamankan aset properti, sentra industri, dan akses mobilitas urban.
Sinergi Investasi Hijau Amankan Koridor Pesisir
Pemerintah menempatkan restorasi ekologi pesisir sebagai fondasi utama perlindungan portofolio investasi strategis nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa proteksi kawasan penyangga membutuhkan injeksi modal berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi perkotaan tidak tergerus krisis lingkungan.
Baca Juga: Perkuat Pesisir Jakarta, DSLNG Tanam 175 Mangrove di Angke Kapuk
“Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mendorong keterlibatan investasi, dengan tujuan melindungi kawasan pesisir Pantura agar tidak semakin terdampak abrasi dan penurunan muka tanah yang meningkatkan risiko banjir rob. Di Desa Timbulsloko, direncanakan penanaman mangrove hingga 202 hektare, yang akan dilengkapi dengan pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono.
Pemerintah merancang benteng pesisir terintegrasi demi menopang mata pencaharian warga lokal sekaligus menjamin keamanan operasional sentra manufaktur.
Integrasi infrastruktur hijau dan tanggul laut membendung kerugian finansial akibat cuaca ekstrem yang membayangi efisiensi bisnis korporasi.
“Tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat pesisir, sekaligus menjaga kawasan industri, kawasan logistik, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Mari kita kawal bersama upaya perlindungan pesisir Pantura dan pembangunan Giant Sea Wall, yang dimulai dari langkah nyata seperti penanaman mangrove,” tambahnya.
Baca Juga: Telkom Lewat Bumi Berseru Fest Ajak Anak Muda Tarakan Selamatkan Bekantan dan Hutan Mangrove
Pelindo Perkokoh Akses Logistik Tanjung Emas
Ketahanan maritim memegang peranan vital dalam memastikan arus barang ritel dan gaya hidup masyarakat metropolitan tetap lancar tanpa hambatan cuaca.
Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting memandang pemulihan garis pantai Demak sebagai perisai alami yang melindungi fasilitas simpul pelabuhan regional.
“Perlindungan pesisir tidak hanya berkaitan dengan kelestarian lingkungan, tetapi juga dengan keberlangsungan aktivitas kepelabuhanan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap pemulihan ekosistem pesisir dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dan jaringan logistik nasional,” ujar Hendri.
Baca Juga: Cegah Abrasi Pesisir Semarang, Telkom Terjunkan Relawan Karyawan Tanam Mangrove
Genangan rob di area penyangga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kerap mengancam kecepatan distribusi logistik perkotaan dan mendongkrak biaya operasional kargo.
Pelindo mengikis risiko disrupsi tersebut lewat restorasi mangrove terstruktur sehingga distribusi bahan baku industri tetap bergerak tepat waktu.
Penerapan ESG Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Pelindo membuktikan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui alokasi sumber daya nyata yang memberi dividen ekologis jangka panjang bagi komunitas pesisir.
Baca Juga: Ekowisata Mangrove Sedari Jadi Andalan Baru Ekonomi Warga Pesisir Karawang
Kolaborasi lintas sektor ini melahirkan ekosistem pesisir yang tangguh, mempercantik lanskap pesisir, serta menopang produktivitas ekonomi hijau masa depan.
Aksi penanaman simbolis tersebut menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Kepala BOPPJ Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A., serta Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting mendampingi langsung jajaran menteri, pimpinan daerah, direksi BUMN, dan mitra korporasi dalam menanam mangrove di pesisir Demak.




