Mayoritas kapal tiba tepat waktu dan langsung dilayani, kata dia. Hanya sebagian kecil yang menunggu, dengan waktu tunggu 15 hingga 30 jam.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga – Pelindo Bangun Fasilitas Penerimaan BBM di Benoa
Pelindo Terminal Petikemas terus berbenah. Pada 2026, TPS Surabaya akan mendapat empat unit quay container crane (QCC) dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG). TPK Berlian juga akan mendapat dua unit QCC pada pertengahan tahun depan.
“Kami akui dalam hal pelayanan kami terus berbenah, perbaikan kami lakukan di seluruh wilayah kerja mulai dari Belawan hingga Merauke,” lanjutnya.
Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya, Stenven Handry Lesawengan, mengonfirmasi laporan keterlambatan di TPK Berlian akibat kesiapan alat. Ia bilang, komunikasi dengan pengelola terminal berjalan baik, dan tidak pernah ada antrean berhari-hari.
“Kami ada beberapa kesepakatan dengan terminal jika pada saat pelayanan ada kendala yang terjadi, sehingga kegiatan bongkar muat tetap dapat berjalan,” kata Stenven.
Baca Juga: SMPT Rise! Besutan Sub Holding Pelindo Pacu Aksi Sosial Karyawan
Dari sisi pengguna jasa, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mendorong peremajaan peralatan. Ia menilai, alat saat ini kurang cocok dengan ukuran kapal modern dan arus peti kemas yang meningkat.
“Kami sudah mendengar rencana kedatangan alat baru di TPS Surabaya, harapan kami hal serupa juga dapat dilakukan di terminal peti kemas yang lainnya, khususnya di TPK Berlian,” kata Wibi. (*)






