Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa ASEAN bukan hanya pasar terdekat bagi Indonesia, melainkan detak jantung pertumbuhan pariwisata kawasan yang mendorong perjalanan berulang, pengalaman baru, dan peluang kolaborasi lintas negara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pasar ASEAN memberikan kontribusi signifikan sebesar 36,5 persen dari seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari–November 2025.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Cek Taman Margasatwa Ragunan Siap Sambut Wisatawan Lebaran
Capaian ini menegaskan peran vital ASEAN dalam mendorong permintaan perjalanan jarak dekat, kunjungan berulang, serta keberlanjutan pariwisata sepanjang tahun.
“Melalui penguatan konektivitas, kolaborasi yang lebih erat dengan mitra ASEAN, serta pengembangan pengalaman wisata yang beragam dan berkelanjutan, Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk tumbuh bersama kawasan dan merespons tren perjalanan yang terus berkembang,” kata Ni Made.
Pameran ATF TRAVEX, yang diselenggarakan secara bergilir di negara-negara anggota ASEAN, menghadirkan pembeli internasional dari lebih dari 50 negara, sekaligus menjadi ruang temu strategis antara pelaku industri pariwisata kawasan dan mitra global.
Selain pertemuan B2B, ATF TRAVEX 2026 juga menjadi platform strategis bagi negara-negara anggota ASEAN untuk menyampaikan kebijakan dan prioritas pariwisata terbaru melalui sesi NTO Media Briefing.
Baca Juga: Ribuan Orang Ramaikan Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Banyuwangi, Rayakan Kopi dan Persaudaraan






