“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” tegas pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Penggunaan konsep hunian vertikal di atas lahan 30 hektare ini diklaim mampu menghasilkan 141.000 unit hunian. Efisiensi ini jauh melampaui konsep rumah tapak yang diperkirakan bakal memakan lahan hingga 1.200 hektare untuk jumlah unit yang sama.
Efek Domino Ekonomi dan Investasi Rp 16 Triliun
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menyebut keterlibatan 185 sektor usaha dalam bisnis properti akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Menteri Maruarar Sirait dan REI Santuni Anak Yatim, Bahas Groundbreaking Rusun di Meikarta
“Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” jelas Hashim.
Senada dengan Hashim, CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan kesiapannya mengucurkan dukungan finansial.
Untuk tahap awal di titik satu, akan dibangun 18 menara setinggi 32 lantai dengan nilai investasi mencapai belasan triliun rupiah.
“Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Total nilai investasi pembangunan diperkirakan mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun,” kata Rosan.






