“Kami berharap Pemkab Gresik dapat menginisiasi kolaborasi tersebut. Selain itu membuat master plan, menyusun skala prioritas, dan membentuk satuan tugas khusus yang intensif untuk berkoordinasi di lapangan,” jelas Iwan.
Dari hasil pendataan sementara Pemkab Gresik, per 26 Maret 2024 tercatat 6.460 rumah mengalami kerusakan pasca gempa di Bawean. Sebanyak 6.164 rumah rusak ringan, 229 rumah rusak sedang, dan 67 rumah rusak berat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, gempa itu bukan hanya membuat ribuan rumah rusak, tapi juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat yang ketakutan bila terjadi gempa susulan sewaktu-waktu. “Gempa ini belum pernah terjadi di Bawean. Tapi, dari data BMKG diketahui sekitar 70 tahun lalu Pulau Bawean pernah mengalaminya. Semoga koordinasi hari ini dapat membantu percepatan rehabilitasi pasca gempa di Bawean,” katanya.
Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS






