Memasuki pukul 18.45 WIB atau selepas waktu Maghrib, sidang utama digelar secara tertutup. Di sinilah para peserta melakukan verifikasi antara data hisab dengan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar: Sidang Isbat Tetap Jadi Rujukan Utama Penetapan Awal Ramadan 1447 H
Berdasarkan data teknis yang dihimpun, posisi hilal dilaporkan belum memenuhi kriteria visibilitas pada Kamis petang, sehingga bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Dengan keputusan ini, seluruh umat Muslim di Indonesia akan merayakan hari kemenangan secara serentak pada Sabtu mendatang.
Pemerintah berharap ketetapan ini dapat menjadi simbol kebersamaan dan kekhidmatan bagi masyarakat dalam merayakan Idul Fitri 2026.
Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS
Sebelumnya, dalam seminar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H di lokasi yang sama Anggota tim rukyat, Cecep Nurwendaya, menyebubkan bahwa kepastian jatuhnya 1 Syawal 1447 Hijriah mulai menemui titik terang meski sidang isbat masih berlangsung.
Ia menjelaskan, tim Unifikasi Kalender Hijriah memaparkan bahwa posisi bulan sabit muda atau hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Kamis, 19 Maret 2026, belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan menteri-menteri agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Baca Juga: Menanti Hilal di Langit Nusantara: Sidang Isbat dan Kepastian Awal Ramadhan 1447 H
Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga Idulfitri atau Lebaran 2026 kemungkinan besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.




