Menurut dia, parameter ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat belum terpenuhi secara kolektif di tanah air.
“Di sebagian wilayah Aceh, tinggi hilal sudah memenuhi 3 derajat, namun elongasinya belum mencapai 6,4 derajat. Padahal, kriteria MABIMS mensyaratkan dua parameter itu harus terpenuhi sekaligus,” kata Cecep.
Ganjalan pada Parameter Elongasi
Secara teknis, Cecep memaparkan bahwa kriteria MABIMS bersifat kumulatif. Artinya, rendahnya angka pada salah satu parameter otomatis menggugurkan potensi visibilitas hilal secara teoretis.
Data menunjukkan posisi hilal nasional berada di rentang tinggi 0,91 hingga 3,13 derajat, namun dengan elongasi yang hanya berkisar antara 4,54 hingga 6,10 derajat.
“Di seluruh wilayah Indonesia tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS. Oleh karena itu, secara teoritis hilal tidak mungkin dapat dirukyat pada saat matahari terbenam,” ujar Cecep menegaskan. (*)




