URBANCITY.CO.ID – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan rapor hijau pada layanan cash management system miliknya yang bertajuk Muamalat Digital Integrated Access (MADINA).
Sepanjang tahun 2025, bank syariah pertama di Indonesia ini berhasil membukukan pertumbuhan pengguna dan frekuensi transaksi hingga dua digit.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna MADINA meningkat 13 persen secara tahunan (year on year/yoy). Hingga penghujung tahun lalu, layanan ini telah digunakan oleh lebih dari 13.700 nasabah korporasi.
Lonjakan ini diikuti oleh frekuensi transaksi yang naik 12 persen yoy menjadi dua juta transaksi. Dari sisi nilai, volume transaksi MADINA mampu menembus angka Rp48 triliun pada akhir 2025.
Baca Juga: Strategi Dana Murah, DPK Bank Muamalat Tumbuh 9 Persen Menjadi Rp45,5 Triliun
“Hasil ini menjadi bukti suksesnya strategi kami yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai institusi serta implementasi sejumlah inisiatif yang relevan. Sehingga kepercayaan nasabah korporasi tetap terjaga untuk terus menggunakan layanan MADINA,” ujar Imam dalam keterangan tertulisnya.
Inovasi Fitur dan Kontribusi Dana Murah
Kesuksesan MADINA tak lepas dari inovasi fitur baru, salah satunya online foreign exchange (Online FX).
Fitur ini memberikan kemudahan bagi nasabah korporasi untuk melakukan transaksi valuta asing dengan kurs counter secara real-time. Imam menyebutkan bahwa volume transaksi dari fitur ini terus menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan MADINA juga berdampak signifikan pada struktur pendanaan bank. Layanan ini turut menyumbang peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) Bank Muamalat.




