Selain itu, fitur virtual account (VA) yang terintegrasi dengan MADINA mencatatkan frekuensi transaksi 4,8 juta kali, dengan volume mencapai Rp7,8 triliun.
Baca Juga: Bank Muamalat Cetak Pertumbuhan Laba 47,5 Persen, Pembiayaan Emas Melonjak 33 Kali Lipat
Membidik Ekosistem Muslim dan Sektor Publik
Menatap masa depan, Bank Muamalat berencana memperluas penetrasi ke berbagai sektor strategis. Kemitraan dengan institusi pendidikan, lembaga pemerintah, hingga rumah sakit menjadi prioritas utama untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Kemitraan strategis dengan institusi menjadi kunci utama di balik moncernya performa MADINA. Oleh sebab itu, kami akan terus menjajaki penetrasi pada sektor pendidikan, lembaga pemerintah, rumah sakit, komunitas dan ekosistem muslim, serta lembaga keuangan syariah seperti Bank Pembiayaan Rakyat Syariah,” imbuh Imam.
Sebagai informasi, MADINA merupakan layanan internet banking korporasi yang memungkinkan nasabah memantau dan melakukan transaksi non-tunai secara real-time.
Layanan ini hadir dalam dua opsi, yakni MADINA Advanced dan MADINA Basic, yang dapat disesuaikan dengan skala kebutuhan administrasi masing-masing perusahaan. (*)






