Sri Haryati menekankan bahwa peran aktif BRI sangat krusial untuk memastikan target pembiayaan perumahan nasional tercapai secara optimal.
“Dukungan aktif perbankan, termasuk BRI, sangat penting untuk meningkatkan capaian penyerapan dan realisasi KPP secara nasional,” tambahnya.
Dukungan Renovasi dan Hunian Usaha
Selain untuk pengembang, program ini juga membuka pintu bagi pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha untuk memiliki, membangun, atau merenovasi rumah yang sekaligus difungsikan untuk mendukung kegiatan usaha.
Baca Juga: Diversifikasi Sumber Pertumbuhan, BRI Perkuat Segmen Konsumer dan Layanan Bank Emas
Bagi kategori ini, pemerintah menetapkan suku bunga 6 persen dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.
Dengan realisasi yang mendominasi pasar, BRI membuktikan bahwa model bisnis pemberdayaan UMKM yang mereka usung sejalan dengan agenda strategis pemerintah dalam menekan angka backlog perumahan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan. (*)






