“Setelah diolah di unit proses, produk jadi kembali diuji di laboratorium untuk memastikan seluruh parameternya tetap sesuai standar sebelum didistribusikan. Selain itu, dilakukan pula monitoring secara kontinyu saat proses pengolahan terjadi untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi,” tambahnya.
Agar akurasi tak terganggu, peralatan lab selalu dikalibrasi. Metode uji mengikuti standar internasional seperti ASTM dan UOP, dengan personel tersertifikasi.
Evaluasi rutin bulanan menjaga keandalan. Dalam pengembangan produk baru seperti Diesel X, lab bukan pusat riset, tapi verifikator. Tim process engineer melakukan riset, lab memverifikasi—terutama kandungan sulfur rendah.
“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality (CoQ). Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Zeturohmah.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan vitalitas lab ini. Keberadaan laboratorium di fasilitas Pertamina merupakan aspek penting untuk tempat inovasi dan menjaga kualitas produk.
“Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” tambah Baron.
Di balik angka-angka dan spesifikasi, laboratorium ini adalah jaminan bahwa BBM Pertamina bukan sekadar bahan bakar, melainkan energi terpercaya untuk negeri. (*)






