Baca Juga: BULOG dan Polri Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 510 Titik Menjelang Lebaran
“Program pembangunan ini direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri dari sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi,” tambah Ahmad Rizal.
Fasilitas Modern di Sentra Produksi dan Wilayah Kepulauan
Rencana besar ini mencakup pembangunan berbagai fasilitas modern, mulai dari 94 unit gudang penyimpanan, 17 unit Rice Milling Unit (RMU), hingga silo gabah dan jagung.
Kawasan sentra produksi seperti Jawa, Lampung, dan Sulawesi Selatan akan diprioritaskan untuk mendapatkan fasilitas lengkap dengan sistem otomatisasi.
Sementara itu, untuk wilayah kepulauan dan daerah terluar seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan akan difokuskan pada gudang penyimpanan.
Baca Juga: Bulog Jamin Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Dirut Ahmad Rizal Ramdhani: Tak Perlu Panic Buying
Hal ini dilakukan untuk menjaga stok pangan tetap aman meski di tengah cuaca ekstrem yang sering menghambat distribusi laut.
Sesuai ketentuan Perpres, pembangunan fisik infrastruktur ini akan dikerjakan oleh BUMN Karya. Setiap titik lokasi wajib melalui uji teknis yang ketat, termasuk soil test dan analisis aksesibilitas jalan, guna mendukung kelancaran mobilisasi logistik pangan di masa depan. (*)






