Jejak Sejarah Seulawah dan PK-GGD
Pemilihan lokasi di Aceh bukan tanpa alasan. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan kembali peran vital masyarakat Aceh dalam sejarah penerbangan nasional melalui pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia.
Mengenai unit yang dihibahkan, pesawat PK-GGD memiliki catatan sejarah yang panjang. Beroperasi sejak 1997 dengan total lebih dari 30 ribu jam terbang, pesawat ini melayani rute Garuda Indonesia selama hampir dua dekade sebelum akhirnya dioptimalkan oleh Citilink pada 2015.
Baca Juga: Garuda Indonesia Gelar Umrah Travel Fair 2026, Tawarkan Promo Tiket hingga Paket Ibadah
“Pesawat ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi fasilitas pembelajaran yang akan membantu jemaah lebih siap secara mental dan teknis sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ungkap Dahnil.
Transformasi Layanan Haji Nasional
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang hadir membawa pesan Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa penguatan ekosistem haji merupakan agenda strategis nasional. Pemerintah berkomitmen merevitalisasi asrama haji menjadi pusat layanan terpadu, mencakup pembinaan manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga kesiapan spiritual.
“Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang profesional, terintegrasi, aman, nyaman, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ujar Rachmat.
Selain menyerahkan fasilitas pesawat, Garuda Indonesia juga memberikan 1.000 Al-Qur’an berbahan daur ulang untuk Asrama Haji Aceh serta bantuan pendidikan ke SMAN 2 Meureudu, Pidie Jaya, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan. (*)






