<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – Garuda Indonesia Group memperkuat kesiapan layanan haji nasional dengan membangun fasilitas simulasi penerbangan permanen di Aceh. Melalui kolaborasi bersama Citilink dan GMF AeroAsia, maskapai pelat merah ini menghibahkan mockup pesawat Boeing 737-500 dengan registrasi PK-GGD kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Fasilitas yang ditempatkan di Asrama Haji Banda Aceh ini difungsikan sebagai sarana manasik haji komprehensif. Peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta disaksikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy pada Rabu, 18 Februari 2026. <strong>Manasik Realistis untuk Kesiapan Jemaah</strong> Mockup pesawat PK-GGD ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata bagi calon jemaah haji asal Aceh. Jemaah kini dapat mensimulasikan seluruh tahapan perjalanan udara, mulai dari proses boarding, pengenalan tata letak kabin, penggunaan fasilitas pesawat, hingga prosedur saat mendarat. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/diskon-di-atas-awan-untuk-lebaran-2026-garuda-indonesia-dukung-stimulus-pemerintah/">Diskon di Atas Awan untuk Lebaran 2026, Garuda Indonesia Dukung Stimulus Pemerintah</a></strong> Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa fasilitas ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kedekatan historis antara Garuda dan rakyat Aceh. “Melengkapi hubungan historis yang panjang antara Garuda Indonesia dan masyarakat Aceh, kiranya dengan adanya mock-up pesawat ini Garuda Indonesia dapat turut membantu masyarakat Aceh utamanya untuk semakin mempermudah calon jemaah Haji Aceh dalam mempersiapkan perjalanan menuju Tanah Suci, Mekkah,” jelas Glenny.<!--nextpage--> <strong>Jejak Sejarah Seulawah dan PK-GGD</strong> Pemilihan lokasi di Aceh bukan tanpa alasan. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan kembali peran vital masyarakat Aceh dalam sejarah penerbangan nasional melalui pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia. Mengenai unit yang dihibahkan, pesawat PK-GGD memiliki catatan sejarah yang panjang. Beroperasi sejak 1997 dengan total lebih dari 30 ribu jam terbang, pesawat ini melayani rute Garuda Indonesia selama hampir dua dekade sebelum akhirnya dioptimalkan oleh Citilink pada 2015. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/garuda-indonesia-gelar-umrah-travel-fair-2026-tawarkan-promo-tiket-hingga-paket-ibadah/">Garuda Indonesia Gelar Umrah Travel Fair 2026, Tawarkan Promo Tiket hingga Paket Ibadah</a></strong> "Pesawat ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi fasilitas pembelajaran yang akan membantu jemaah lebih siap secara mental dan teknis sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ungkap Dahnil. <strong>Transformasi Layanan Haji Nasional</strong> Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang hadir membawa pesan Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa penguatan ekosistem haji merupakan agenda strategis nasional. Pemerintah berkomitmen merevitalisasi asrama haji menjadi pusat layanan terpadu, mencakup pembinaan manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga kesiapan spiritual. "Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang profesional, terintegrasi, aman, nyaman, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat," ujar Rachmat. Selain menyerahkan fasilitas pesawat, Garuda Indonesia juga memberikan 1.000 Al-Qur’an berbahan daur ulang untuk Asrama Haji Aceh serta bantuan pendidikan ke SMAN 2 Meureudu, Pidie Jaya, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan. (*)<!--nextpage-->