“Pengeboran sumur baru ini tentu saja menambah produksi minyak mentah. Seperti produksi PPJ-67 sekitar 160 BOPD dan PPJ-68 sekitar 384 BOPD. Pencapaian produksi pada Oktober 2025 yakni 587 BOPD dan 2.955 MMSCFD untuk gas,” katanya.
Baca Juga: Tunjukkan Komitmen Lingkungan dan Sosial, Pertamina EP Sangasanga Field Raih PROPER Emas
Lebih jauh, Susanto menyoroti potensi tiga sumur baru di struktur Pantai Pakam Timur, Kabupaten Deli Serdang—PPT-A1, PPT-B1, dan PPTS-OS—dalam mendorong produksi PEP Pangkalan Susu. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar, kata dia, krusial untuk kelancaran operasi ini.
“Kami berharap rencana pengeboran sumur baru ini dapat memberikan hasil optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ungkapnya.
Di era di mana energi fosil masih menjadi tulang punggung ekonomi, langkah Pertamina ini mengingatkan kita pada dilema antara eksploitasi sumber daya dan keberlanjutan.
Apakah pengeboran ini cukup untuk menahan laju penurunan, atau hanya tambal sulam sementara? Waktu akan menjawab, tapi untuk saat ini, Pangkalan Susu Field tampak siap menggali lebih dalam. (*)






