Simon menjelaskan, kemitraan ini merupakan langkah taktis perusahaan dalam mengamankan pasokan energi nasional. Mengingat Pertamina memiliki ekosistem bisnis dari hulu ke hilir, kolaborasi dengan mitra global seperti INPEX dianggap vital untuk mencapai target ketahanan energi.
“Pertamina terus mencari sumber-sumber pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan energi di Tanah Air. Melalui bisnis Pertamina Group yang terintegrasi hulu hingga hilir, kemitraan strategis dengan berbagai pihak akan memperkuat langkah Pertamina dalam mencapai target ketahanan energi,” jelas Simon.
Teknologi Rendah Emisi CCS
Proyek LNG Abadi saat ini dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd dengan target kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun.
Selain fokus pada output gas, proyek ini juga mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Penggunaan teknologi ini bertujuan untuk menekan emisi karbon, sejalan dengan tren global menuju energi bersih.
Baca Juga: Gerakan Hemat Energi: Pertamina Dorong Budaya Efisiensi dari Kantor hingga Operasional
Dalam klausul kerja sama terbaru, kedua raksasa energi ini akan mengeksplorasi peluang di berbagai lini, mulai dari penyerapan produk (offtake), logistik transportasi laut, hingga perdagangan kredit karbon (carbon credit).
INPEX sendiri tercatat memiliki rekam jejak panjang di sektor migas Indonesia sejak dekade 1960-an. Melalui perpanjangan kontrak ini, kedua perusahaan optimistis Blok Masela akan segera memasuki fase realisasi fisik demi mendukung kemandirian energi nasional. (*)





