Langkah ini diklaim mampu menekan biaya operasional secara signifikan sekaligus memperkuat rapor hijau perusahaan dalam aspek lingkungan.
Strategi ini menunjukkan bahwa manajemen PHI tidak hanya terpaku pada angka penghematan, tetapi juga pada keberlanjutan dampak operasional.
Sinergi Lintas Subholding dan Komersialisasi Gas
Keberhasilan PHI juga didorong oleh strategi kolaborasi borderless dengan entitas Pertamina lainnya, yakni PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.
Baca Juga: Siasat “Anti-Decline” di Ladang Tua: Strategi PHI Zona 9 Melampaui Target Migas 2025
PHI memanfaatkan surplus gas bumi untuk mendukung optimalisasi penyaluran gas oleh PGN, sebuah langkah yang memberikan dampak berantai (multiplier effect) bagi ekosistem energi nasional.
Selain dari sisi biaya, PHI menunjukkan ketangkasannya dalam mendulang pendapatan tambahan melalui strategi komersialisasi uncommitted cargo LNG dan optimalisasi pengangkatan (lifting) LPG.
Pendekatan adaptif ini membuktikan bahwa aset-aset tua masih mampu memberikan nilai tambah tinggi jika dikelola dengan inovasi komersial yang tepat.
Langkah PHI ini dinilai sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Dengan sinergi lintas entitas dan penerapan ESG yang konsisten, PHI berkomitmen menjaga pasokan energi andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkesinambungan. (*)






