Manajer AFT Halim Perdanakusuma, Irine Yuliana, merinci tahapan teknis Quality Control tersebut. Dimulai dari Visual Appearance Check untuk memastikan kejernihan produk (Clear & Bright Test), hingga penggunaan Chemical Water Detector (CWD) guna mendeteksi kandungan air.
Baca Juga: Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara untuk Mudik Lebaran 2025
Selain itu, dilakukan uji densitas (Control Check) dan Membrane Test untuk menangkal kontaminan padat. “Pertamina selalu melaksanakan quality control dengan ketat untuk menjaga kualitas produk yang akan digunakan oleh konsumen,” jelas Irine.
Pusat Suplai Strategis
AFT Halim Perdanakusuma memegang peranan vital karena merupakan depot pengisian bahan bakar terbesar keenam di Indonesia. VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, menyebutkan bahwa selain melayani maskapai komersial, terminal ini memiliki porsi layanan khusus yang cukup besar.
“Halim merupakan AFT terbesar kedua di Jawa Bagian Barat dan terbesar keenam secara nasional. Selain melayani penerbangan komersial, di Halim kami juga melayani kebutuhan khusus seperti TNI Angkatan Udara dan VVIP, dengan porsi layanan khusus lebih dari 30 persen,” jelas Yosep.
Saat ini, AFT Halim diperkuat dengan empat tangki penyimpanan berkapasitas total 8.000 kiloliter (KL) serta tujuh unit mobil refueler yang siap sedia melayani kebutuhan maskapai di jantung ibu kota.






