CREC, sebagai pemain utama energi terbarukan di Filipina, telah membangun portofolio tenaga surya yang impresif. Pada Desember 2025, kapasitas terpasang bruto mereka mencapai 596 MWp, dengan ambisi menembus 5 GW pada 2029.
Proyek-proyek ini tidak hanya menjanjikan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon di tengah krisis iklim global.
Kemitraan ini diharapkan melahirkan sinergi lebih dalam antara kedua perusahaan, memberikan nilai tambah bagi Pertamina NRE sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam proyek energi terbarukan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Ini juga menjadi fondasi bagi Pertamina NRE untuk memperluas kapabilitas bisnis yang berdaya saing, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik—sebuah langkah yang selaras dengan agenda transisi energi nasional pemerintah.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kapasitas terpasang EBT.
Baca Juga: Pertamina NRE Raih Penghargaan Fortune Indonesia 2024 Berkat Inisiatif Kegiatan Rendah Karbon
“Dengan menjadi pemegang saham di emiten EBT terkemuka di Filipina, Pertamina NRE bangga dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor EBT tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.
“Investasi ini menegaskan komitmen kami untuk memperkuat kolaborasi regional dan mendorong percepatan transisi energi di ASEAN,” ujarnya.






