URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mempercepat pengembangan bahan bakar pesawat ramah lingkungan, Pertamina Sustainable Aviation Fuel (Pertamina SAF).
Setelah sukses di Cilacap, perusahaan kini mereplikasi produksi bioavtur berbasis minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) tersebut di Kilang Dumai dan Kilang Balongan.
Kepastian ini diperkuat dengan keberhasilan kedua kilang tersebut meraih sertifikasi keberlanjutan internasional, yakni International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) European Union (EU) serta Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).
Corporate Secretary PPN, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan raihan ini merupakan tonggak strategis bagi perusahaan.
“Kilang Dumai dan Kilang Balongan resmi meraih sertifikasi keberlanjutan internasional yaitu ISCC EU dan CORSIA sebagai Processing Refinery. Ini merupakan pencapaian penting dalam pengembangan energi rendah karbon dan kemandirian energi,” ujar Roberth dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca Juga: Pertamina Drilling Raih Best Collaboration Excellence 2026, Perkuat Sinergi Hulu Migas Nasional
Standar Global untuk Pasar Internasional
Sertifikasi ISCC dan CORSIA bersifat mandatori dalam perdagangan SAF di level global. Tanpa pengakuan ini, produk bioavtur yang dihasilkan tidak akan diakui dalam skema keberlanjutan dan berpotensi ditolak oleh maskapai penerbangan maupun konsumen internasional.
Roberth menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan kilang-kilang eksisting guna memenuhi peta jalan energi hijau Indonesia.




