“Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi PertaminaSAF dari kilang-kilang eksisting. Keberhasilan Kilang Cilacap akan kami replikasi di Kilang Dumai dan Kilang Balongan,” tambahnya.
Saat ini, seluruh rantai pasok Pertamina SAF di bawah PPN, mulai dari unit pengolahan hingga distributor, telah tersertifikasi.
“Dengan raihan ini, saat ini seluruh rantai pasok PertaminaSAF di PPN sudah mendapatkan sertifikasi internasional keberlanjutan ISCC mulai dari Kilang yaitu Kilang Dumai, Kilang Cilacap dan Kilang Balongan sebagai Processing Plant dan Aviasi sebagai trader dan distributor SAF,” jelas Roberth.
Baca Juga: Pertamina Jamin Kualitas Avtur di AFT Halim Perdanakusuma Jelang Mudik Idulfitri 2026
Target Uji Coba 2026
Persiapan infrastruktur kini telah memasuki tahap finalisasi. Selain kesiapan teknis kilang, Pertamina juga telah mengamankan pasokan minyak jelantah melalui kerja sama dengan berbagai mitra, serta mengembangkan katalis khusus untuk proses pengolahan.
“Dengan penambahan kilang yang mampu memproduksi bioavtur PertaminaSAF, tentu akan semakin meningkatkan optimisme kita dalam memastikan peta jalan penggunaan SAF di Indonesia,” kata Roberth.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Kilang Dumai dan Kilang Balongan ditargetkan siap melakukan uji coba pengolahan UCO menjadi certified SAF pada tahun 2026.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pasar bahan bakar rendah karbon dunia sekaligus mendukung program mandatori energi bersih pemerintah.






