Tambahan cadangan terbukti atau P1 mencapai 313,7 juta barel setara minyak (MMBOE). Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, menjelaskan bahwa capaian ini lahir dari pengelolaan operasi yang efisien dan berkelanjutan.
“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Hermansyah.
Baca Juga: PHE ONWJ Raih 59 Juta Jam Kerja Selamat, Perkuat Keselamatan
Untuk mencapai target 2025, PHE menggali potensi melalui Put on Production and Exploration (POPE) di sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima.
Pemboran di struktur strategis seperti Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, serta Karangan–Tanjung Miring Barat, bahkan mendorong Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatra mencatat rekor produksi minyak tertinggi hingga 30 ribu barel minyak per hari (BOPD).
Di lapangan migas tua seperti WK Rokan, teknologi Multistage Fracturing (MSF) diterapkan pada sumur KB525 dan KB570, menjadikan Pertamina pelopor inovasi ini di Indonesia—langkah cerdas untuk menekan laju penurunan produksi.
Proyek strategis yang onstream sepanjang 2025 turut memperkuat posisi PHE. Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta Proyek Lapangan Gas Senoro Selatan oleh PHE Tomori Zona 13 Regional 4, menjadi tonggak penting.






