Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, menilai capaian ini sebagai hasil konsistensi dalam pengelolaan operasi yang efisien dan berkelanjutan.
“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Hermansyah.
Baca Juga: PHE Dominasi Produksi Minyak Nasional, Dukung Swasembada Energi untuk Masa Depan
PHE menggali potensi melalui Put on Production and Exploration (POPE) di sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima.
Keberhasilan pemboran di struktur strategis seperti Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, serta Karangan–Tanjung Miring Barat, memungkinkan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatra mencatat rekor produksi minyak tertinggi, mencapai 30 ribu barel per hari (BOPD).
Untuk menekan penurunan produksi di lapangan tua, PHE menerapkan teknologi Multistage Fracturing (MSF) di sumur KB525 dan KB570 di Wilayah Kerja Rokan.
Inovasi ini menjadikan Pertamina sebagai pionir di Indonesia. Dukungan datang dari proyek strategis yang onstream, seperti Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh PHR, serta Lapangan Gas Senoro Selatan oleh PHE Tomori Zona 13 Regional 4.
Baca Juga: PHE Dukung Ketahanan Energi, Produksi Minyak Capai 553,67 Ribu Barel per Hari




