Selain itu, PHE memamerkan produk kerajinan lokal hasil binaan UMKM sebagai bukti komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Baca Juga: Kuasai 27 Persen Wilayah Kerja Migas, Begini Strategi PHE Genjot Produksi dan Energi Hijau di 2026
Secara teknis, PHE memanfaatkan sesi presentasi bisnis untuk memaparkan strategi pengembangan aset yang adaptif. Perusahaan fokus pada pengelolaan operasi yang efisien namun tetap berorientasi pada prinsip keberlanjutan.
Komitmen ESG dan Anti-Penyuapan
Sejalan dengan standar global, PHE memastikan seluruh operasionalnya berpijak pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Hermansyah menegaskan bahwa aspek keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada lingkungan, tetapi juga pada tata kelola perusahaan yang bersih.
PHE secara konsisten menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi ISO 37001:2016.
Baca Juga: PHE Jambi Merang Ubah Singkong Jadi Tepung Mocaf, Ekonomi Warga Simpang Bayat Melesat
Langkah ini diambil untuk memastikan perusahaan bebas dari praktik curang dan penyuapan, sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi para calon investor dan mitra strategis internasional.
Keikutsertaan dalam OTC Asia 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi PHE untuk terus berkontribusi nyata bagi perekonomian nasional sembari memperkokoh posisi Indonesia dalam peta industri energi global.
Caption Foto: Jajaran manajemen PHE saat memberikan pemaparan strategi hulu migas di booth Pertamina dalam ajang OTC Asia 2026, Kuala Lumpur. (*)






