Investasi pada Substation Pematang bukan hanya sekadar angka, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk ketahanan energi Indonesia.
Dengan kapasitas yang lebih besar, infrastruktur ini akan memastikan ketersediaan listrik yang stabil bagi operasional Zona Rokan, khususnya Lapangan Pematang, demi kelangsungan produksi migas nasional.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan substation ini, baik internal perusahaan maupun eksternal,” tambah Andre.
Diharapkan, Substation Pematang dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi ketahanan energi.
Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Sebastian Julius, juga memberikan apresiasi terhadap komitmen PHR dalam meningkatkan cadangan migas nasional. Ia menekankan pentingnya pembangunan substation ini untuk mendukung pengeboran yang semakin masif.
“Sehingga ini berefek untuk suplai tenaga listrik dan mendukung ketahanan energi. Kami yakin keberhasilan peresmian substation ini juga tak terlepas dari komitmen kolaborasi dan sinergi PHR dengan seluruh stakeholder,” tuturnya.
Baca Juga: Teknologi Migas i-TERM Besutan PHR Diganjar Penghargaan Internasional
Proyek ini mencakup pengadaan dan pemasangan dua unit power transformer 14MVA, tiga unit Gas Circuit Breakers 115kV, dan lima unit Vacuum Circuit Breakers 13,8kV.
Selain itu, juga dilakukan pemasangan jaringan transmisi 115kV sepanjang 700 meter dan jaringan distribusi 13,8kV sepanjang 2.000 meter, serta pembangunan gedung Electrical Control baru.






