URBANCTY.CO.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Kesehatan berkomitmen memperkuat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk membantu penderita tuberkulosis (TBC).
Dalam pertemuan di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya program ini agar tepat sasaran, transparan, dan bersih, dengan alokasi yang melonjak dari 45 ribu unit tahun lalu menjadi 400 ribu unit tahun ini.
Maruarar Sirait, yang akrab disapa Menteri Ara, menyatakan kementeriannya terbuka untuk sinergi lintas sektor guna mendukung kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti penderita TBC.
“Tahun lalu, BSPS dialokasikan sebanyak 45 ribu unit. Tahun ini, alokasinya meningkat signifikan menjadi 400 ribu unit. Pelaksanaannya harus tepat sasaran, transparan, dan dijalankan secara bersih,” ujar Menteri Ara dalam pertemuan tersebut, dkutip Urbancity, Sabtu, 7 Februari 2026.
Baca Juga: Kementerian PKP Tinjau Cepat Perumahan Subsidi Terdampak Banjir di Bekasi
Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyoroti bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dengan obat-obatan. Kondisi hunian yang sehat dan layak juga krusial untuk keberhasilan penyembuhan.
“Penanganan TBC harus dilakukan secara komprehensif. Selain pengobatan, kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal pasien juga sangat menentukan keberhasilan penyembuhan,” ujar Benyamin.
Kemenkes telah mendata sekitar 1.000 rumah penderita TBC yang memenuhi kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) DTSEN 1-4, sesuai aturan PKP, untuk diusulkan menerima BSPS.




