Dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC), PLN Group bertanggung jawab atas empat dari 10 Feeder Station.
PLN NP berperan dalam pengadaan alat utama, sementara PLN NPC mengeksekusi konstruksi hingga proses komisioning.
Head Project Management Office TNB, Tn Azreen Bin Othman, memuji komitmen PLN dalam menjaga kualitas meski bekerja dalam tempo cepat.
Baca Juga: YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Ramadan 1447 H, Sasar Masyarakat di 13 Wilayah
“Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” katanya.
Fondasi Pengalaman Dua Dekade
Keberhasilan ini tidak lepas dari jam terbang tinggi PLN NPC. Direktur Utama PLN NPC, Djarot Hutabri, menjelaskan bahwa pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang transmisi menjadi modal utama pengerjaan infrastruktur 132 kV dan instalasi kabel bawah tanah sepanjang 3 kilometer di Malaysia tersebut.
Senada dengan Djarot, Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyebut prestasi ini sebagai kebanggaan nasional.
“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujar Ruly.
Melalui proyek ini, PLN Group tidak hanya mengincar profitabilitas, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pembangunan infrastruktur energi hijau di kawasan Asia Tenggara. (*)






