Bukan hanya itu, sejak 2023, pemanfaatan FABA tercatat telah mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seiring masifnya pemanfaatan FABA sebagai limbah non-B3, timbunan FABA di ash yard menunjukkan tren penurunan sejak 2023.
Baca Juga: Terkoneksi dengan Hati, PLN Icon Plus Sigap Menyalurkan Bantuan di Medan
“Kondisi ini menunjukkan pengelolaan FABA PLN semakin terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memastikan tidak ada lagi penumpukan residu pembakkitan yang berpotensi berdampak pada lingkungan,” ujar Darmawan.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menjelaskan bahwa pemanfaatan FABA tak berhenti di pengelolaan limbah.
Hingga Desember 2025, total pengurangan emisi gas rumah kaca dari aktivitas ini mencapai 166.472 ton CO2, berkat substitusi bahan seperti semen, subgrade jalan, beton pracetak, dan beton ready mix. Di luar infrastruktur, FABA juga digunakan untuk menetralkan air asam tambang dan memperbaiki tanah pertanian.
“Saat ini PLTU di lingkungan PLN Group telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 300 pemanfaat FABA, yang terdiri dari badan usaha berizin, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemerintah daerah, TNI/Polri, kelompok masyarakat, hingga lembaga pemasyarakatan di sekitar PLTU,” ujar Rizal.
Baca Juga: PLN Icon Plus Raih Silver Medal di Asia ESG Awards 2025
Tampak beberapa produk olahan Fly Ash Bottom Ash (FABA) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN Group, yakni kompos dan bio fertilizer.
Rizal melanjutkan, pemanfaatan FABA skala industri dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pelaku usaha. Salah satunya adalah kerja sama pemanfaatan FABA sebagai bahan baku semen Portland Composite Cement (PCC).






