Baca Juga: Jepang Kucurkan Utang Rp14,5 Triliun untuk MRT Jakarta Tomang-Medan Satria
“Sebagai dua negara maritim yang rentan terhadap bencana alam, pandangan disepakati tentang kerja sama maritim termasuk promosi industri perikanan dan penguatan kerja sama dalam manajemen risiko bencana, termasuk langkah-langkah pengendalian banjir,” tuturnya.
Keamanan dan Stabilitas Regional
Di sektor pertahanan, Takaichi menyambut baik kelanjutan dialog “2 plus 2” yang melibatkan menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.
Fokus utama saat ini adalah penguatan kapasitas Angkatan Laut dan keamanan maritim untuk menjaga stabilitas di Laut Cina Selatan serta merespons dinamika di Semenanjung Korea.
“Kami menyambut baik bahwa setelah pertemuan 2 plus 2 tahun lalu, diskusi tentang pengaturan kerja sama pertahanan antara otoritas pertahanan sedang berlangsung.
Baca Juga: Presiden Prabowo di Tokyo: Saya Jadi CEO Negara, Investor Jepang Bisa Langsung Mengadu ke Saya
Melalui upaya-upaya ini, kedua negara kita akan bekerja sama untuk lebih mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia,” lanjut PM Takaichi.
Selain isu keamanan, Jepang juga menegaskan pentingnya kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC) untuk menjamin ketahanan energi global di tengah konflik Timur Tengah.
Takaichi menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya hubungan “dari hati ke hati” sebagai fondasi utama diplomasi kedua negara.
“Dengan komunikasi yang semakin erat antara para pemimpin dan Menteri Luar Negeri, kemitraan komprehensif dan strategis kedua negara kita yang didukung oleh ikatan dari hati ke hati akan semakin dikembangkan,” pungkasnya. (*)






