URBANCITY.CO.ID – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memetakan pergerakan kendaraan yang kembali ke arah Jakarta pada masa mudik Lebaran 1447 Hijriah. Juru Bicara Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026, Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala, menyebutkan volume kendaraan mulai merangkak naik secara bertahap.
Kepolisian memprediksi puncak arus balik tahun ini akan terbagi dalam dua fase utama, yakni pada Selasa, 24 Maret 2026, serta akhir pekan pada 28–29 Maret 2026.
“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” kata Kombes Pol. Marupa dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.
Berdasarkan data lalu lintas pada Minggu, 22 Maret, tercatat sebanyak 122.994 kendaraan telah memasuki Jakarta melalui gerbang tol utama hingga pukul 22.00 WIB. Meski angka ini turun 3,66 persen dibanding kondisi normal harian, namun terdapat kenaikan sebesar 3,73 persen jika disandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu.
Baca Juga : Mudik Ramah Lingkungan: PLN Siagakan SPKLU Center dengan Teknologi Ultra Fast Charging
Di sisi lain, arus kendaraan yang keluar Jakarta masih tergolong tinggi. Tercatat 168.159 kendaraan meninggalkan ibu kota, melonjak 65,79 persen dari volume normal.
Guna mengantisipasi kemacetan parah di jalur utama trans-Jawa, Polri telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas nasional. Evaluasi dilakukan secara real-time melalui pantauan CCTV dan penghitungan volume kendaraan bersama Kementerian Perhubungan serta Jasa Marga.
“Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70,” tutur Marupa.
Selain sistem satu arah (one way), Polri juga akan menerapkan contraflow secara situasional. Sebagai solusi bagi pemudik yang ingin menghindari titik jenuh di Tol Jakarta-Cikampek (Japekur), kepolisian menyarankan penggunaan jalur alternatif.
Marupa menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan. “Segmen tertentu dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026,” ujarnya menambahkan.
Langkah ini diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan di jalur utama dan memastikan sirkulasi arus balik tetap mengalir menuju Jabodetabek tanpa hambatan berarti.




