Selain isu perdamaian, pertemuan ini juga mempertegas komitmen pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia.
Prabowo secara khusus memberikan apresiasi atas keterbukaan Jepang terhadap pemuda Indonesia yang menempuh pendidikan maupun program magang di Negeri Sakura.
Baca Juga: Trump Bentuk Dewan Perdamaian untuk Gaza Pasca-Perang
“Kami sangat berterima kasih bahwa pemuda-pemudi kami banyak diberi kesempatan belajar di Jepang di semua bidang, dan juga banyak tenaga kerja kami juga diizinkan untuk magang di Jepang ini,” ucapnya.
Penguatan Hubungan Historis
Kunjungan resmi ini sekaligus menjadi ajang penegasan komitmen Indonesia untuk menjaga hubungan historis yang telah mengakar kuat.
Prabowo pun menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat Pemerintah Jepang dan pertemuan istimewanya dengan Kaisar Naruhito.
“Saya juga sangat terima kasih, kemarin saya diterima oleh Sri Baginda Kaisar Naruhito, dan kembali saya tegaskan komitmen kami untuk memperkuat hubungan antara Jepang dan Indonesia yang memang sudah berjalan lama dan berjalan dengan sangat baik,” kata Presiden.
Baca Juga: Mengapa 145 Negara Akui Palestina dan 45 Negara Masih Menolak? Ini Dampaknya bagi Perdamaian Dunia
Menutup rangkaian agenda di Istana Akasaka, Presiden Prabowo melayangkan undangan resmi kepada PM Sanae Takaichi untuk berkunjung ke Jakarta.
“Sekali lagi saya sangat merasa dihormati oleh pemerintah dan oleh bangsa Jepang, dan saya ingin mengundang Yang Mulia Perdana Menteri Jepang, Yang Mulia Takaichi Sanae untuk berkunjung resmi di Indonesia. Kami akan menyambut juga dengan hangat,” tutur Presiden. (*)






