Memasuki 1 April, pelepasan saham kembali terjadi dengan volume terbesar mencapai 110 juta lembar di harga Rp1.113.
Terakhir, pada 2 April 2026, Prajogo menutup rangkaian penjualannya dengan melepas empat blok saham, termasuk 85,6 juta lembar di harga Rp1.094 dan 51,8 juta lembar di harga Rp1.053.
Komitmen Pengendali dan Performa Saham
Meski porsi kepemilikannya berkurang sekitar 0,68 persen, Prajogo Pangestu menegaskan tetap memegang kendali penuh atas perusahaan.
Dengan sisa kepemilikan di atas 83 persen, statusnya sebagai pemegang saham pengendali tidak tergoyahkan.
Baca Juga: Saham Elnusa Tembus Rekor Tertinggi, Didorong Kinerja Solid dan Strategi 2026
Namun, aksi korporasi ini bertepatan dengan tren pelemahan harga saham CUAN di lantai bursa. Pada perdagangan Jumat, 3 April 2026, saham CUAN ditutup merosot tajam sebesar 7,52 persen ke level Rp1.045 per lembar.
Secara teknikal, performa saham CUAN memang sedang berada dalam tekanan hebat. Mengutip data Stockbit, sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), saham emiten milik orang terkaya di Indonesia ini telah terkoreksi dalam sebesar 55,33 persen.
Tekanan jual dari sang pengendali untuk pemenuhan free float ini diyakini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi volatilitas harga di pasar reguler. (*)






