Kenaikan Penumpang dan Lonjakan Rute Penyangga
Pramono terus mendorong perluasan rute demi mendongkrak minat masyarakat menaiki angkutan umum massal. Hasilnya, jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta melonjak 10,8 persen hingga September 2026. Ia menilai peningkatan performa armada Transjabodetabek menjadi pemicu utama lonjakan tersebut.
Sebagai contoh, keterisian rute Blok M menuju Bogor mencatatkan rekor pertumbuhan signifikan. Trayek tersebut semula mematok target 2.000 penumpang per hari. Namun, saat ini angka pengguna hariannya meroket hingga menembus hampir 10.000 orang. Kenaikan drastis ini mempertegas tingginya ketergantungan warga komuter terhadap angkutan massal terjangkau.
Komitmen Menjaga Kepercayaan Pengguna Angkutan Umum
Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjaga mutu fasilitas transit di seluruh penjuru kota. Pramono berharap masyarakat tetap mempercayai layanan transportasi kelolaan pemerintah daerah. Pasalnya, transportasi massal yang andal sanggup menekan polusi udara dan memangkas kepadatan lalu lintas jalan raya.
Dengan demikian, angka ketergantungan warga pada kendaraan pribadi dapat berkurang secara bertahap.




