Senada dengan hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melihat Harmoni Imlek sebagai ruang kolaborasi kreativitas.
Menurutnya, subsektor kriya, fesyen, hingga seni pertunjukan bertema Imlek merupakan wujud nyata bagaimana harmoni budaya dapat menjadi engine of growth bagi ekonomi nasional.
Donasi Rp 116 Miliar dan Rekor Dunia
Ketua Panitia Harmoni Imlek Nusantara, Irene Umar, menyebut festival ini sebagai bentuk storytelling akulturasi yang patut dilihat dunia.
Baca Juga: Wamen Ekraf: Harmoni Imlek Nusantara 2026 Jadi Panggung Diplomasi Kreatif Global
Selama tujuh hari penyelenggaraan, festival ini tidak hanya menggelar pasar kuliner dan parade, tetapi juga misi kemanusiaan.
Tercatat, kegiatan sosial dalam rangkaian festival ini berhasil menghimpun donasi fantastis sebesar Rp 116 miliar.
Dana tersebut akan disalurkan kepada korban bencana dan berbagai yayasan sosial di tanah air. Selain itu, acara ini juga mencatatkan rekor dunia melalui penyajian 5.000 porsi ketupat Cap Go Meh.
Serentak di 11 Kota
Kemeriahan Imlek Festival 2026 tidak hanya terpusat di Jakarta. Semangat inklusivitas ini juga dirayakan serentak di sejumlah kota besar lainnya, mulai dari Medan, Palembang, Batam, hingga wilayah timur seperti Makassar dan Manado.
Partisipasi 200 UMKM dalam pasar kuliner dan seni membuktikan bahwa perayaan budaya mampu memberikan dampak instan bagi kesejahteraan rakyat.
Harmoni Imlek Nusantara 2026 sukses menjadi refleksi wajah Indonesia yang toleran dan optimis menatap masa depan di tengah kemajemukan. (*)






