“Jika Anda memiliki masalah, Anda dapat langsung mengadu kepada saya. Melalui duta besar Anda, melalui perwakilan Anda, melalui MITI atau JETRO atau apa pun, Keidanren, saya bersedia menerima pengaduan,” tegasnya.
Baca Juga: Sampah Jadi Listrik: Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Waste to Energy di Kota Besar
Visi ‘CEO Negara’ di Era Modern
Prabowo memaparkan filosofi kepemimpinannya yang berorientasi pada hasil (result-oriented). Ia memosisikan jabatan Presiden pada zaman modern layaknya seorang CEO dalam sebuah korporasi besar yang harus mampu mengidentifikasi dan mengeksekusi solusi dengan kilat.
“Seorang Presiden pada zaman modern adalah CEO negara yang harus mengetahui dan menyelesaikan masalah secara sangat cepat,” imbuhnya.
Menurutnya, kunci kecepatan ini terletak pada kolaborasi tim yang solid antara pakar dari kedua negara. Ia mengajak talenta terbaik Jepang untuk bersinergi dengan otak-otak terbaik Indonesia demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang akseleratif.
Menutup pidatonya, Prabowo menyambut hangat peningkatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA) sebagai pintu masuk peluang baru. Ia menegaskan bahwa saat ini adalah momentum paling tepat bagi perusahaan Jepang untuk berekspansi ke Indonesia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air, Bawa Komitmen Solusi Dua Negara dan Investasi Ekonomi
“Peningkatan perjanjian kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang akan membuka peluang baru. Ini adalah saat yang tepat untuk memperdalam kerja sama kita. Kami siap bekerja cepat dan kami menyambut Anda,” pungkasnya. (*)






