Baca Juga: Pemerintah Lawan Tuduhan Subsidi AS Terhadap Panel Surya RI demi Amankan Ekspor Nasional
Ia menilai karakter ekonomi terbuka Indonesia menuntut hubungan yang rasional dengan seluruh kekuatan besar dunia, termasuk Jepang sebagai mitra strategis utama.
“Filosofi kami adalah 1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Indonesia berada dalam posisi yang nyaman karena kami tidak memiliki musuh,” ungkap Presiden.
Hilirisasi dan Reboisasi Nasional
Transformasi ekonomi yang diusung Prabowo tidak lagi bertumpu pada ekspor bahan mentah. Mantan Menteri Pertahanan ini menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah melalui industrialisasi di dalam negeri.
Bersamaan dengan itu, aspek kelestarian lingkungan menjadi perhatian serius melalui rencana penghijauan kembali lahan-lahan yang kritis.
Baca Juga: Pertamina NRE Kuasai 20% Saham CREC Filipina, Dorong Energi Terbarukan ASEAN
“Hutan kita harus dilindungi. Hutan-hutan yang telah hancur, kita harus melakukan reboisasi besar-besaran, bukan hanya untuk kebaikan Indonesia tetapi juga untuk kebaikan dunia,” tegas Prabowo.
Menutup pidatonya, ia memastikan bahwa mandat rakyat yang diterimanya akan dijalankan dengan reformasi birokrasi yang bersih dan efisien.
“Rakyat kita menuntut tata pemerintahan yang baik, tata pemerintahan yang bersih, dan tata pemerintahan yang efisien,” pungkasnya. (*)






