Keempat peserta tersebut membawa karakteristik material yang unik, mulai dari CV Sorajati Dharma Biru dengan ukiran jati khas Jawa, hingga PT Canela Megah Jaya yang memadukan kayu dengan fosil kayu (petrified wood) dan tembaga.
Baca Juga: Hilirisasi Furnitur: Indonesia Targetkan Hub Manufaktur Global Berbasis Desain dan Kelestarian
PT Koloni Timur menghadirkan furnitur premium, sementara PT Costalia Finnasa Fusionel (Plantica) memperkenalkan inovasi radikal berupa furnitur berbasis jamur miselium.
Duta Besar RI untuk Hungaria, Penny D. Herasati, menekankan pentingnya standarisasi untuk menembus pasar Uni Eropa yang dikenal ketat.
“Kami berharap pameran ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan produk terbaik Indonesia yang telah memenuhi standar kualitas dan persyaratan ketat pasar Eropa,” ungkap Penny.
Memahami Selera Pasar Timur
Bagi para pelaku usaha, pameran ini bukan sekadar ajang jualan, melainkan sarana riset pasar. Pendiri CV Sorajati Dharma Biru, Yosef Boyke Dharma, mengaku terkesan dengan atensi pengunjung terhadap desain tradisional Indonesia.
Baca Juga: IKM Furnitur Jogja Ekspor ke Eropa: CV Kayu Manis Kirim 6 Kontainer Mebel ke Spanyol dan Prancis
“Produk kami sangat diminati di sini dan pameran ini membantu kami memahami selera desain di Eropa Timur,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Direktur PT Canela Megah Jaya, Maria Caecelia Nurcahaya. Menurutnya, partisipasi di Home Design 2026 sangat krusial untuk memetakan gaya hidup masyarakat setempat.
Strategi ini dianggap penting agar penetrasi produk dekorasi Indonesia bisa masuk lebih dalam ke rumah-rumah penduduk di Hungaria dan sekitarnya.






