Baca Juga: Percantik Hunian Saat Lebaran, Produk UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Ekspor
“LoI ini menjadi bentuk komitmen awal antara UMKM mahasiswa dan pelaku ritel untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut. Selanjutnya, para pelaku UMKM akan melalui tahapan lanjutan seperti pemenuhan persyaratan administrasi, peningkatan kapasitas produksi, hingga negosiasi kerja sama dagang,” jelas Iqbal.
Diversitas Produk: Dari Limbah hingga Pangan Olahan
Sektor yang berhasil menembus pasar ritel ini sangat beragam, mulai dari fesyen, kriya, hingga pangan olahan dan produk pertanian. Beberapa jenama yang menjalin komitmen dengan HIPPINDO antara lain VersaLayer, Tropeace, BAJUBIJAK, dan Agro Rice.
Sementara itu, APRINDO melirik potensi produk seperti Inofarm Melon Hidroponik, Cokordang Kripik Koro Pedang, hingga kuliner rumahan Mak Nok.
Salah satu sorotan jatuh pada VersaLayer, jenama fesyen yang memanfaatkan limbah tekstil. Mufida, pemilik VersaLayer, mengaku bangga produk berbasis sustainable fashion miliknya bisa diakui oleh pemain besar di industri ritel.
Baca Juga: Telkom Dorong Ekonomi Inklusif Lewat Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM
“Secara pribadi, tentu saya bangga dan senang karena dari berbagai tantangan yang kami hadapi, terutama sebagai jenama baru, kami bisa sampai di tahap ini. Hal ini menjadi bukti kami mampu berkembang lebih jauh,” ujar Mufida.
Ia ingin membawa VersaLayer semakin maju sekaligus mengubah persepsi bahwa sesuatu yang berasal dari limbah tidak selalu bernilai rendah.






