Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana pun mengajak para produsen untuk segera mengakselerasi performa ekspor ke kawasan regional guna mengamankan pangsa pasar yang kian terbuka.
Optimisme Pelaku Usaha
Senada dengan pemerintah, pelaku usaha turut optimistis. Vito A. Rizaly dari Asia Pulp and Paper (APP) Group meyakini keputusan ini akan memperkuat kembali posisi kompetitif produk kertas nasional. Ia mengapresiasi Kementerian Perdagangan atas pendampingan teknis yang solid selama penyelidikan.
Baca Juga: Menjaring Pasar Tujuh Negara, Kemendag Fasilitasi Perjodohan Bisnis Eksportir Lokal di Ruang Pamer
“Dengan berakhirnya investigasi ini, kami optimistis dapat merebut kembali pangsa pasar di Filipina yang pada 2023 mencapai nilai USD 5 juta, sekaligus memperkuat posisi kompetitif produk kertas nasional di kancah regional,” kata Vito.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor produk kertas beralur Indonesia ke Filipina menunjukkan tren positif dengan kenaikan 27 persen sepanjang 2022–2024.
Nilai ekspor yang semula USD 2,8 juta pada 2022 melonjak menjadi USD 4,4 juta pada 2024. Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia-Filipina pada 2025 mencatatkan surplus signifikan bagi Indonesia sebesar USD 8,42 miliar. (*)






