Kuliner sebagai Mesin Ekonomi Baru
Di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Ekraf menempatkan subsektor kuliner sebagai prioritas dalam struktur “mesin baru” pertumbuhan ekonomi. Program MASAMO pun dirancang untuk menyatukan industri kreatif dengan program nasional guna memberikan dampak ekonomi langsung di daerah.
Keterlibatan industri perlengkapan dapur nasional seperti Oxone dalam kolaborasi ini menunjukkan adanya sinergi antara sektor swasta dan pemerintah.
Baca Juga: Dari Wilayah Kepulauan, UMKM Ini Berhasil Jadi Pemasok Program MBG dengan Dukungan Pembiayaan BRI
“Melalui MASAMO, kita memperkuat SDM dapur MBG sekaligus mendorong keterlibatan industri kreatif dalam peningkatan standar kuliner nasional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Riefky.
Lampung Jadi Prototipe Nasional
Pemilihan Lampung sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Provinsi ini dinilai memiliki rantai pasok yang kuat di sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan yang menopang kebutuhan SPPG.
Sinergi antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan pelaku usaha di Lampung diharapkan menjadi model kolaborasi bagi wilayah lain.
Dengan penguatan kompetensi ini, pemerintah optimistis Program MBG tidak hanya berhasil menurunkan angka stunting, tetapi juga melahirkan standar baru dalam manajemen dapur massal yang higienis, bergizi, dan profesional di seluruh nusantara. (*)






