Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja diperlukan untuk membangun sistem K3 yang adaptif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Mudik Gratis 2025, PTPN IV Regional III Siapkan 400 Kursi, Berangkat 27 Maret
“Kita harus memastikan setiap tempat kerja memiliki standar K3 yang profesional, andal, serta didukung oleh kompetensi dan kesadaran seluruh insan kerja,” ujarnya.
Usai apel, Syahrial menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Riau memiliki sumber daya pengawas K3 dan sistem yang baik untuk mewujudkan zero accident. Namun, kolaborasi dengan dunia usaha yang besar di Riau harus dikedepankan.
“Kita juga melakukan penguatan di dinas tenaga kerja sendiri, fungsi-fungsi pengawasan dilakukan dengan baik. Pemerintah juga punya kewenangan mengkoordinasikan kabupaten kota, maka kinerja pengawas berikutnya harus kolaborasi dengan kabupaten kota,” tutur dia.
Dia melanjutkan, begitu juga di perusahaan-perusahaannya lebih siap mempersiapkan diri dan memenuhi kebutuhan, artinya pekerjaan pengawasan kita semakin baik dan kita juga semakin mudah dalam melakukan pekerjaan, tinggal penguatan-penguatan saja.
Syahrial juga mengapresiasi PTPN IV Regional III sebagai tuan rumah, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan K3 di sektor perkebunan berisiko tinggi.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Raih Sertifikat RSPO 100% di Seluruh Wilayah Operasionalnya
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menyebut peringatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat budaya keselamatan.






