Tak jauh dari pusat operasi, berdiri Musholla At-Taubah. Uniknya, rumah ibadah ini bersifat portabel—selalu ikut berpindah (moving) ke mana pun rig tersebut bertugas.
Baca Juga: Elnusa-SLB Kerja Sama Teknologi Wireline Logging, Perkuat Kapabilitas Hulu Migas Nasional
Di tempat sederhana inilah, para pekerja menunaikan salat tarawih dan sahur bersama, menjaga nilai-nilai spiritual tetap tumbuh di tengah objek vital nasional.
Direktur SDM & Umum PT Elnusa Tbk, Hera Handayani, memberikan apresiasi tinggi terhadap keteguhan para pejuang energi di lapangan. Menurutnya, profesionalisme mereka adalah cerminan dari nilai pengabdian perusahaan.
“Di balik operasional yang berjalan baik, ada ketulusan dan profesionalisme para perwira yang tetap memberi lebih, meski sambil menunaikan ibadah puasa.
Keteguhan hati mereka menjaga energi negeri adalah cerminan nilai pengabdian Elnusa,” ungkap Hera Handayani.
Keamanan Kerja Tanpa Kompromi
Meski sedang berpuasa, Elnusa justru memperketat budaya keselamatan kerja. Standar Golden Rules: Patuh, Intervensi, dan Peduli, tetap menjadi harga mati.
Baca Juga: Elnusa Tuntaskan Survei Seismik 3D OBN Zulu North, Perkuat Cadangan Migas PHE ONWJ
Para perwira menyadari bahwa kesalahan sekecil apa pun di rig pengeboran dapat berdampak fatal bagi ketahanan energi nasional.
Semangat ini selaras dengan tema Ramadan Pertamina Group, “Energi untuk Melangkah Penuh Harapan.” Di Marangkayu, harapan itu terus menyala melalui tangan-tangan perwira yang menjaga EMR-001, membuktikan bahwa ketahanan energi Indonesia dibangun dari keteguhan hati para pekerjanya di pelosok negeri.






