
Dalam ekosistem pembiayaan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN tetap menjadi tulang punggung yang sulit digoyahkan. Penyaluran unit oleh BTN (93.098 unit) dan BTN Syariah (36.589 unit) jauh melampaui gabungan bank-bank Himbara lainnya.
Sebagai perbandingan, Bank BRI baru menyentuh angka 17.515 unit, disusul BNI (8.440 unit) dan Bank Mandiri (7.963 unit) pada periode yang sama.
Spesifik pada penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BTN masih memegang kendali pasar. Sepanjang Januari 2026, secara nasional FLPP telah tersalurkan sebanyak 7.312 unit senilai Rp912,4 miliar. Dari jumlah tersebut, BTN berkontribusi dominan dengan realisasi versi bank mencapai 6.749 unit.
Baca Juga: BTN Expo 2026 Ditutup, Lahirkan Inovator Muda Lewat Housingpreneur 2025
Menariknya, peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) mulai terlihat nyata dalam mendukung program pemerintah. Bank BJB memimpin di segmen daerah dengan 2.923 unit, sedikit di atas Bank Syariah Indonesia (BSI) yang menyalurkan 2.912 unit.
Kontribusi bank daerah seperti BJB Syariah (2.066 unit) menunjukkan bahwa penetrasi KPR subsidi kini semakin bergantung pada kedekatan institusi keuangan dengan akses di tingkat lokal.
Menteri Ara menambahkan, mulai mengekornya dukungan BPD tersebt menambah energi bagi implementasi program pembangunan rumah subsidi sebagai motor penggerak ekonomi riil di seluruh tanah air.






