“Ini menunjukkan bahwa BTN tidak hanya konsiten menyalurkan FLPP tetapi juga mampu menggugah kesadaran akan penting kolaborasi pusat dan daerah dalam merealisasikan program pemerintah,” imbuhnya.
Pertebal Permodalan, Jaga Dominasi di Pusaran FLPP
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan kinerja awal tahun ini merupakan kelanjutan dari konsistensi perseroan pada 2025 yang berhasil menyalurkan 192.208 unit KPR Sejahtera FLPP. “Dominasi BTN menunjukkan kesiapan sistem, jaringan, dan kemitraan yang telah kami bangun secara konsisten,” kata Nixon.
Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi MBR Miliki Rumah Melalui KPR FLPP BTN
Untuk tahun 2026, pemerintah mematok kuota nasional FLPP sebesar 350 ribu unit. BTN sendiri mendapatkan jatah alokasi sebanyak 172 ribu unit. Nixon optimistis target tersebut tercapai melalui transformasi digital dan perluasan akses bagi sektor informal seperti pengemudi ojek daring hingga organisasi keagamaan.
Guna menyokong target ambisius tersebut, BTN memperkuat struktur modalnya melalui pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp2 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero). Suntikan dana ini diklasifikasikan sebagai modal inti tambahan (Additional Tier 1).
“Posisi permodalan kami sehat dengan CAR di kisaran 18–19 persen. Tambahan ini untuk menjaga ruang ekspansi kredit tetap memadai,” jelas Nixon. Sejak 1950, bank pelat merah ini tercatat telah menyalurkan 5,97 juta unit kredit perumahan dengan nilai total mencapai Rp555,11 triliun. (*)






