-
Krisis Air: PBB menyatakan dunia dalam kondisi “kebangkrutan air” pada Januari 2026.
-
Kepunahan Massal: Populasi hewan menurun drastis karena kalah bersaing memperebutkan ruang dan sumber daya.
-
Perubahan Iklim: Penggunaan lahan dan energi untuk menopang populasi besar mempercepat kerusakan ekosistem.
“Perubahan ini menandai awal dari apa yang kami sebut ‘fase demografis negatif’,” kata Bradshaw. Ia menambahkan, “Sistem penunjang kehidupan planet ini sudah berada di bawah tekanan, dan tanpa perubahan cepat dalam cara kita menggunakan energi, lahan, dan pangan, miliaran orang akan menghadapi ketidakstabilan yang meningkat.”
Meskipun suram, tim peneliti menegaskan masih ada celah untuk perbaikan melalui transformasi budaya dan sosial dalam penggunaan sumber daya. Namun, mereka juga mengakui adanya batasan etis yang kompleks, terutama terkait isu pengendalian populasi yang seringkali bersinggungan dengan masalah rasisme dan diskriminasi akses ekonomi.
“Tragedinya adalah upaya manusia telah memutus mekanisme umpan balik alami yang seharusnya mengoreksi daya dukung, tanpa menggantinya dengan sistem koreksi yang manusiawi dan ramah lingkungan,” pungkas para penulis dalam laporan tersebut.






